kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.785.000   -13.000   -0,46%
  • USD/IDR 17.827   8,00   0,04%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%
STYLE /

CEO OpenAI Sam Altman: AI Tidak Akan Sebabkan Kiamat Lapangan Kerja


Rabu, 27 Mei 2026 / 10:10 WIB
CEO OpenAI Sam Altman: AI Tidak Akan Sebabkan Kiamat Lapangan Kerja
ILUSTRASI. Ilustrasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) (Dado Ruvic/REUTERS)

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - CEO OpenAI Sam Altman menyatakan bahwa perkembangan pesat kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) tidak akan memicu jobs apocalypse alias kiamat lapangan kerja secara global.

Bahkan, Altman mengakui bahwa prediksinya sendiri soal dampak AI terhadap lapangan kerja ternyata terlalu berlebihan.

Akui Salah Prediksi Soal Dampak AI

Berbicara secara virtual dalam konferensi Commonwealth Bank of Australia (CBA) di Sydney, Selasa (27/5), Altman mengatakan ia dan jajaran eksekutif OpenAI sudah cukup tepat dalam memprediksi dampak AI saat merilis OpenAI tahun 2022.

Namun di saat yang sama, ia juga mengaku ada kesalahan dalam memperkirakan dampak sosial dan ekonominya.

"Saya senang ternyata salah soal ini. Saya kira pada saat ini sudah lebih banyak pekerjaan kerah putih level awal yang dieliminasi, tapi ternyata tidak seperti itu," ujar Altman dalam wawancara bersama CEO CBA Matt Comyn, dikutip Reuters.

Altman mengakui intuisinya meleset, namun kini ia mengaku lebih memahami mengapa hal itu tidak terjadi. 

Ia sempat menyampaikan kekhawatiran tersebut secara terbuka agar masyarakat siap menghadapi risiko nyata.

Baca Juga: Profil Benedetto Vigna: Sosok di Balik Transformasi Ferrari ke Pasar Mobil Listrik

Alasan AI Belum Gantikan Pekerjaan Manusia

Sam Altman, CEO OpenAI

Altman menjelaskan bahwa AI tidak akan secara masif mengambil alih tugas manusia karena tidak memiliki "elemen kemanusiaan" yang juga dibutuhkan dalam industri.

Ia menceritakan pengalamannya sendiri ketika mencoba menggunakan AI untuk membalas pesan Slack dan email, kemudian kembali menanganinya secara pribadi.

"Saya minta AI membalasnya dengan menyebut 'ini adalah AI-nya Sam'. Itu contoh yang luar biasa bagi saya. Kita benar-benar peduli pada interaksi dengan sesama manusia. Ini sesuatu yang tidak bisa saya bayangkan untuk didelegasikan ke AI dalam waktu dekat," kata Altman.

Dari sana, Altman percaya bahwa elemen interaksi manusiawi dalam banyak pekerjaan akan tetap bertahan dan tidak tergantikan oleh AI.

Baca Juga: Profil CEO ASML Christophe Fouquet, Veteran Semikonduktor di Tengah Krisis Chip AI

Prospek Pasar Kerja di Era AI

Altman menegaskan pandangan akhirnya adalah pasar kerja di era AI akan berubah signifikan, tetapi tidak menuju kehancuran massal.

"Lapangan kerja kemungkinan besar akan sangat berbeda dari yang kita bayangkan, tapi saya tidak berpikir kita akan mengalami kiamat pekerjaan seperti yang diadvokasi beberapa perusahaan di sektor kami," kata Altman.

Pernyataan ini menjadi sinyal penting bagi para profesional, pelaku bisnis, dan pembuat kebijakan bahwa adaptasi terhadap AI tetap perlu dilakukan.

Baca Juga: David Beckham Jadi Atlet Miliarder Pertama di Inggris, Hartanya Rp27 Triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×