Sumber: MacRumors,Wall Street Journal | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - Harga iPhone 18 Pro diperkirakan akan menjadi salah satu topik yang paling banyak dibahas menjelang peluncuran iPhone generasi berikutnya.
Pasalnya, sejumlah analis mulai memprediksi adanya kenaikan harga pada model Pro setelah biaya sejumlah komponen utama dilaporkan meningkat.
Laporan The Wall Street Journal bahkan menyebut kenaikan harga iPhone 18 Pro dapat menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Faktor apa yang membuat harga flagship terbaru Apple itu berpotensi naik?
Baca Juga: Daftar Fitur Baru Safari di iOS 27, dari AI hingga Notifikasi Website
Mengapa Harga iPhone 18 Pro Diprediksi Naik?
Laporan tersebut menyebut Apple sedang menghadapi kenaikan biaya produksi, terutama untuk komponen memori yang digunakan pada iPhone generasi terbaru.
Selain itu, Apple juga dirumorkan akan membawa peningkatan pada sektor kamera iPhone 18 Pro. Kehadiran komponen baru tersebut diperkirakan ikut menambah biaya produksi perangkat.
Kombinasi kedua faktor tersebut membuat sejumlah analis memprediksi Apple akan menyesuaikan harga jual iPhone 18 Pro saat resmi diluncurkan.
Baca Juga: Cek Perangkat Anda, 16 Produk Apple Ini Kehilangan Dukungan Software Mulai 2026
Berapa Prediksi Harga iPhone 18 Pro?
Menurut analisis, harga iPhone 18 Pro kemungkinan berada di kisaran US$1.299 hingga US$1.399.
Jika dikonversi ke rupiah dengan kurs rata-rata saat ini sekitar Rp17.800 per dolar AS, harga tersebut setara sekitar Rp23,1 juta hingga Rp24,9 juta.
Sebagai perbandingan, iPhone 17 Pro saat ini dibanderol mulai US$1.099. Artinya, harga iPhone 18 Pro berpotensi naik sekitar Rp3,5 juta hingga Rp5,3 juta dibandingkan generasi sebelumnya.
Selain iPhone 18 Pro, laporan yang sama juga menyebut model iPhone 18 Pro Max kemungkinan akan dijual lebih mahal.
Bahkan, iPhone lipat pertama Apple yang sementara dijuluki iPhone Ultra disebut dapat dibanderol sekitar US$2.000 atau setara Rp35,6 juta.
Baca Juga: 15 Produk Apple yang Dirumorkan Hadir hingga Akhir Tahun 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













