Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - Intel mengonfirmasi telah menaikkan harga beberapa prosesor desktop dan server. Namun, kenaikan ini tidak berlaku untuk semua produk karena hanya model tertentu yang terdampak.
Perusahaan menyebut keputusan tersebut diambil akibat meningkatnya biaya rantai pasok (supply chain) dan perubahan kondisi pasar.
Baca Juga: Daftar 6 iPhone yang Diprediksi Meluncur pada 2027, Ada iPhone 18e
Core Ultra Plus Jadi yang Terdampak
Untuk pengguna PC rumahan, kenaikan harga hanya terjadi pada beberapa prosesor Intel Core Ultra 200 Series Plus.
Mengutip laporan Gizmochina, beberapa model yang terdampak adalah Intel Core Ultra 7 270K Plus dan Intel Core Ultra 5 250K Plus.
Harga kedua prosesor tersebut naik sekitar US$ 30 hingga US$ 50 dibandingkan harga sebelumnya.
Sementara itu, sebagian besar prosesor Intel Core Ultra berbasis Arrow Lake lainnya belum mengalami perubahan harga.
Prosesor Xeon Naik Lebih Tinggi
Kenaikan harga yang lebih besar justru terjadi pada lini prosesor server Intel Xeon.
Intel menaikkan harga beberapa model Xeon sekitar 7% hingga 12%. Untuk varian kelas atas, kenaikannya bahkan mencapai ratusan hingga ribuan dolar AS.
Meski begitu, sebagian besar prosesor Xeon kelas entry-level masih dijual dengan harga yang sama.
Baca Juga: Harga Xbox Naik Mulai Agustus 2026, Microsoft Dongkrak hingga Rp2,7 Juta
Kenapa Harga Prosesor Intel Naik?
Intel menjelaskan bahwa kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya biaya produksi dan pasokan komponen.
Selain itu, harga chip memori DRAM dan NAND Flash juga terus naik dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut ikut mendorong biaya produksi perangkat keras menjadi lebih mahal.
Di sisi lain, permintaan terhadap platform yang masih menggunakan memori DDR4 juga meningkat karena harganya lebih terjangkau dibandingkan DDR5.
Akibat tingginya permintaan tersebut, Intel dikabarkan kembali meningkatkan produksi prosesor Core generasi ke-10 hingga generasi ke-14 yang masih mendukung memori DDR4.
Ada sedikit kabar baik. Intel menegaskan bahwa sebagian besar jajaran prosesornya masih dijual dengan harga yang sama.
Kenaikan harga saat ini lebih difokuskan pada produk premium yang terdampak kenaikan biaya produksi dan pasokan.
Intel juga tampaknya berupaya menjaga daya saing produknya di tengah persaingan dengan AMD, sehingga perusahaan memilih menaikkan harga secara selektif dibandingkan menerapkannya ke seluruh lini prosesor.
Baca Juga: 10 HP Flagship Android Terkencang Juni 2026 Versi AnTuTu, iQOO 15 Ultra Memimpin
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













