Sumber: PlayStation | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - Kenaikan harga konsol PlayStation kini resmi berlaku di Indonesia.
Mulai 1 Mei 2026, gamer Tanah Air harus membayar lebih mahal untuk membeli PlayStation 5 (PS5), termasuk varian Digital Edition serta perangkat PlayStation Portal.
Kebijakan ini diumumkan oleh Sony sebagai bagian dari penyesuaian harga global yang sebelumnya sudah lebih dulu diterapkan di Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang.
Baca Juga: Honor Win H9 Gaming Laptop Rilis dengan Teknologi Layar 300Hz Anti Pusing
Harga PS5 Terbaru di Indonesia
Berikut daftar harga resmi terbaru di Indonesia:
- PS5: Rp 11.399.000
- PS5 Digital Edition: Rp 9.999.000
- PlayStation Portal: Rp 5.199.000
Kenaikan paling mencolok terjadi pada PlayStation Portal. Perangkat remote player ini melonjak dari Rp 3.599.000 menjadi Rp 5.199.000, atau naik sekitar 44,5%.
Kenaikan harga PlayStation Portal di Indonesia juga menjadi salah satu kenaikan tertinggi di kawasan Asia Tenggara.
Baca Juga: Laptop Gaming Lenovo Legion Pro 5i: Cek Spesifikasi dan Harga Baru di April 2026
Indonesia Jadi Salah Satu yang Paling Terdampak
Dibandingkan negara Asia Tenggara lain, lonjakan harga di Indonesia tergolong paling terasa, khususnya untuk PlayStation Portal.
Di Singapura, harga PS5 kini setara sekitar Rp 11,5 juta, sementara PS5 Digital Edition berada di kisaran Rp 10,3 juta, PS5 Pro sekitar Rp 15,8 juta, dan PlayStation Portal sekitar Rp 4,7 juta.
Di Malaysia, PS5 dijual setara Rp 12,2 juta, sedangkan PS5 Digital Edition sekitar Rp 10,9 juta. PS5 Pro berada di kisaran Rp 17,5 juta, sementara PlayStation Portal sekitar Rp 4,8 juta.
Adapun di Thailand, harga PS5 setara Rp 11,1 juta, sementara PS5 Digital Edition sekitar Rp 10,0 juta. PS5 Pro mencapai kisaran Rp 16,4 juta, dan PlayStation Portal sekitar Rp 4,4 juta.
Baca Juga: 9 Rekomendasi Laptop Gaming Terbaik Awal 2026: Harga Rp16-25 Jutaan
Alasan Harga PS5 Naik
Sony menjelaskan bahwa keputusan menaikkan harga dipicu oleh tekanan ekonomi global yang berkelanjutan.
Faktor seperti inflasi, fluktuasi nilai tukar, hingga meningkatnya biaya produksi disebut menjadi penyebab utama.
Penyesuaian harga ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai pasar lain secara bertahap.
Sebagian konsumen kemungkinan akan menunda pembelian atau menunggu momen promo untuk mendapatkan harga lebih terjangkau.
Situasi ini sekaligus membuka peluang bagi kompetitor seperti Microsoft melalui lini Xbox untuk menarik perhatian gamer yang mempertimbangkan faktor harga sebagai pertimbangan utama.
Baca Juga: Pilihan HP Gaming Terbaik: Infinix GT 30 Pro vs Redmi Note 15 Pro 5G
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













