kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%
STYLE /

Siap Hadapi AI? Ini 18 Pekerjaan Paling Dibutuhkan di Era Digital


Sabtu, 29 November 2025 / 14:20 WIB
Siap Hadapi AI? Ini 18 Pekerjaan Paling Dibutuhkan di Era Digital
ILUSTRASI. Siap Hadapi AI? Ini 18 Pekerjaan Paling Dibutuhkan di Era Digital. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo

Sumber: Indeed,Indeed | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir dan peranannya kini memasuki hampir semua sektor industri modern. 

Teknologi ini membantu perusahaan mengolah data secara cerdas, meningkatkan akurasi keputusan, serta mempercepat otomatisasi operasional yang sebelumnya memerlukan tenaga manusia dalam jumlah besar. 

Kemajuan tersebut juga melahirkan banyak profesi baru yang semakin dicari oleh perusahaan berskala nasional maupun internasional. 

Baca Juga: Ajinomoto Buka Lowongan 2025: Siap Berkarir di Industri Pangan?

Mengutip dari Indeed, sejumlah pekerjaan di bidang kecerdasan buatan diperkirakan mengalami pertumbuhan lebih cepat dibandingkan rata rata industri teknologi lainnya.

Perubahan lanskap digital ini memunculkan kebutuhan tenaga profesional yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memahami proses analitis, pemrograman, dan pengembangan sistem digital secara menyeluruh. 

Berbagai bidang seperti kesehatan, manufaktur, finansial, dan layanan publik kini mengandalkan AI untuk meningkatkan efisiensi kerja. Berikut ini beberapa profesi menjanjikan di era kecerdasan buatan. 

Computer Engineer

Computer engineer berperan dalam merancang, menguji, dan memelihara sistem komputer serta perangkat keras.

Tugas ini mencakup penulisan kode dan pengembangan sistem yang mendukung otomatisasi berbasis artificial intelligence.

Profesi ini memastikan infrastruktur digital mampu memproses data dalam jumlah besar secara efisien.

Data Analyst

Data analyst memproses dan menginterpretasikan data sebagai dasar pengambilan keputusan.

Dalam penerapan AI, data analyst mengumpulkan, memeriksa, dan menganalisis data operasional untuk meningkatkan efektivitas sistem otomatis. Hasil analisis disusun dalam laporan yang mudah dipahami pemangku kepentingan.

Manufacturing Engineer

Manufacturing engineer bertugas meningkatkan kualitas proses produksi melalui perancangan ulang metode kerja.

Di sektor AI, peran ini sangat penting untuk menciptakan sistem cerdas yang membantu pabrik meningkatkan produktivitas, menekan biaya, dan mempertahankan kualitas output.

Baca Juga: Pendaftaran Rekrutmen GMF 2025 Dibuka, Kembangkan Bakat di Industri Perbaikan Pesawat

Mechanical Engineer

Mechanical engineer merancang serta menguji perangkat mekanik yang berperan dalam operasional teknologi otomatis.

Profesi ini turut mengembangkan mesin yang terintegrasi dengan artificial intelligence agar kinerja perangkat tetap optimal dan berkelanjutan.

Robotics Automation Technician

Robotics automation technician menangani instalasi, pengujian, serta perawatan sistem robotik berbasis kecerdasan buatan.

Tugasnya memastikan mesin otomatis bekerja sesuai kebutuhan produksi dan terhindar dari gangguan teknis.

Research and Development Engineer

Profesi ini fokus pada penelitian dan pengembangan sistem teknologi baru. Mereka merancang eksperimen, melakukan analisis, serta memperbaiki desain untuk meningkatkan efektivitas kecerdasan buatan.

Research Scientist

Research scientist melakukan penelitian ilmiah yang berkaitan dengan AI melalui eksperimen terkontrol.

Mereka menyusun laporan penelitian dan mempresentasikan hasil studi demi mendorong inovasi teknologi.

Business Intelligence Developer

Business intelligence developer merancang sistem analisis data bisnis berbasis AI.

Tugasnya meliputi pembuatan model data, penyusunan visualisasi informasi, hingga pengembangan sistem analisis yang memudahkan perusahaan memahami pola bisnis dan tren industri.

Baca Juga: Bank BTN Buka Pendaftaran RLDP 2025, Cek Syarat Daftarnya Ini

Electrical Engineer

Electrical engineer mengembangkan sistem kelistrikan dan perangkat elektronik yang mendukung operasional teknologi cerdas.

Profesi ini memanfaatkan AI untuk memperbaiki efisiensi sistem listrik serta meningkatkan stabilitas operasional perangkat.

Robotics Engineer

Robotics engineer merancang, mengembangkan, dan menguji perangkat robotik yang dioperasikan menggunakan artificial intelligence.

Mereka memastikan robot memiliki fungsi sesuai kebutuhan industri dan bekerja dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Computer Scientist

Computer scientist merumuskan solusi terhadap masalah komputasi kompleks dengan menggunakan teknologi cerdas.

Mereka mengembangkan algoritma AI untuk mempercepat pemrosesan data dan menciptakan inovasi digital yang relevan.

Software Engineer

Software engineer merancang serta memelihara perangkat lunak yang digunakan dalam sistem machine learning dan AI.

Profesi ini berperan penting dalam pengembangan aplikasi cerdas yang banyak digunakan pada perangkat modern.

Computer Vision Engineer

Computer vision engineer mengembangkan sistem yang dapat mengenali informasi visual seperti gambar dan video.

Teknologi ini digunakan dalam pengenalan wajah, identifikasi objek, hingga analisis pola visual.

Data Scientist

Data scientist mengelola serta menganalisis data dalam jumlah besar untuk menghasilkan wawasan strategis.

Mereka menggunakan model statistik dan pemrosesan bahasa alami guna mendukung keputusan berbasis kecerdasan buatan.

Big Data Engineer

Big data engineer bertanggung jawab menangani penyimpanan dan pengolahan data dalam skala besar.

Mereka menciptakan sistem yang memungkinkan AI memproses informasi secara cepat dan efisien.

Tonton: Menkeu Purbaya: Bea Cukai Terancam Dibekukan Presiden Jika Tak Bebenah

User Experience Specialist

User experience specialist meningkatkan kualitas interaksi pengguna dengan sistem digital.

Dalam konteks AI, mereka mengoptimalkan antarmuka agar lebih intuitif dan responsif melalui pemanfaatan chatbot dan sistem rekomendasi.

Machine Learning Engineer

Machine learning engineer merancang algoritma pembelajaran mesin. Mereka mengembangkan model AI yang dapat belajar secara mandiri melalui data, termasuk pelatihan sistem generatif untuk berbagai kebutuhan industri.

Algorithm Developer

Algorithm developer menulis dan mengoptimalkan algoritma yang digunakan dalam proses otomatisasi.

Mereka memastikan sistem berjalan stabil serta meminimalkan kesalahan selama proses komputasi berlangsung.

Selanjutnya: Tol Medan - Kualanamu Ambles Imbas Hujan Deras, Begini Rekayasanya

Menarik Dibaca: Stranger Things dan 5 Serial Populer tentang Alien Ini Ada di Netflix

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

×