kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.549.000   34.000   1,35%
  • USD/IDR 16.781   21,00   0,13%
  • IDX 8.934   74,42   0,84%
  • KOMPAS100 1.226   8,17   0,67%
  • LQ45 865   5,28   0,61%
  • ISSI 322   1,78   0,55%
  • IDX30 443   0,30   0,07%
  • IDXHIDIV20 516   -0,09   -0,02%
  • IDX80 136   0,92   0,68%
  • IDXV30 143   1,50   1,06%
  • IDXQ30 142   -0,22   -0,16%
STYLE /

Tak Sekedar Jilat Atasan, Ini Pentingnya Skill Managing Up untuk Lindungi Karier 2026


Senin, 05 Januari 2026 / 12:50 WIB
Tak Sekedar Jilat Atasan, Ini Pentingnya Skill Managing Up untuk Lindungi Karier 2026
ILUSTRASI. Tak Sekedar Jilat Atasan, Ini Pentingnya Skill Managing Up untuk Lindungi Karier 2026. (Shutterstock/mangpor2004)

Sumber: Forbes | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Pergeseran fundamental pada tahun 2026 di dunia kerja menuntut para profesional untuk beradaptasi lebih cepat. Di tengah tren kerja hibrida dan kolaborasi lintas generasi, muncul satu kompetensi yang kini dianggap paling krusial bagi keberlangsungan karier, yaitu managing up.

Meski sering disalahpahami sebagai upaya menyenangkan atasan secara berlebihan, managing up sebenarnya adalah kemampuan strategis untuk mengelola hubungan profesional dengan pemegang otoritas demi efektivitas kerja.

Kemampuan ini menjadi semakin relevan mengingat struktur organisasi saat ini yang cenderung mendatar dan sangat bergantung pada kepercayaan dibandingkan sekadar hierarki formal. 

Baca Juga: Redmi Note 15 5G Versi Global Rilis Januari 2026, Ini Spesifikasi dan Harganya

Melansir dari Forbes, managing up bukan lagi sekadar pilihan bagi mereka yang memiliki atasan sulit, melainkan strategi bertahan hidup dan berkembang di tengah persaingan global yang kian ketat.

Berikut adalah aspek-aspek utama yang membuat managing up menjadi keterampilan karier paling kritis sepanjang tahun ini:

Memahami Rise of Shadow Evaluations

Dalam iklim korporasi modern, keputusan karier seseorang sering kali diambil di luar proses evaluasi kinerja formal.

Promosi jabatan atau penugasan proyek strategis biasanya ditentukan dalam diskusi tertutup antar eksekutif atau percakapan informal di lorong kantor.

Fenomena ini dikenal sebagai shadow evaluations atau evaluasi bayangan.

Mengutip Forbes, membangun hubungan strategis dengan mereka yang memiliki kekuatan posisi memastikan nama Anda tetap diingat saat peluang muncul.

Hal ini penting karena jalur karier tradisional yang bersifat linear kini mulai memudar. Tanpa kemampuan menjalin relasi ke atas, seorang profesional berisiko terlewatkan dalam arus peluang kerja, meskipun memiliki kompetensi teknis yang mumpuni.

Baca Juga: OPPO Find X9 Ultra Siap Rilis Global dengan Kamera 200MP Ganda

Strategi Mitigasi Risiko PHK

Ketidakpastian ekonomi yang berlanjut dari tahun sebelumnya membuat kekhawatiran akan pemutusan hubungan kerja (PHK) tetap tinggi.

Berdasarkan data dari The Economic Times, angka PHK di Amerika Serikat pada 2025 telah melampaui 1,17 juta posisi, mencatat total tertinggi sejak masa pandemi.

Proyeksi untuk 2026 menunjukkan sekitar 6 dari 10 pemimpin bisnis berencana melakukan restrukturisasi lebih lanjut.

Dalam konteks ini, managing up berfungsi sebagai alat mitigasi risiko. Dengan mengelola ekspektasi atasan, Anda dapat memastikan bahwa:

  • Pekerjaan harian Anda terhubung langsung dengan target pendapatan kritis perusahaan.
  • Kontribusi Anda diterjemahkan ke dalam bahasa hasil yang dipedulikan oleh para pengambil keputusan.
  • Anda dipandang sebagai aset yang mampu berevolusi mengikuti kebutuhan bisnis, bukan sekadar pelaksana peran statis.

Saat ini, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS berada di level Rp 16.700 per US$. Bagi perusahaan yang memiliki ketergantungan pada beban operasional valas, efisiensi menjadi prioritas utama.

Karyawan yang mampu menunjukkan nilai ekonomis secara nyata kepada atasan akan memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam skema restrukturisasi organisasi.

Menjadikan Boundaries sebagai Skill Senior

Satu kesalahan umum yang sering dilakukan karyawan adalah selalu mengatakan "ya" pada setiap tugas tambahan.

Di tahun 2026, kesediaan untuk bekerja lembur dan mengambil semua pekerjaan tanpa filter tidak lagi dipandang sebagai dedikasi, melainkan ketidakmampuan dalam menentukan prioritas.

Kemampuan menetapkan batasan (boundaries) secara diplomatis kini dianggap sebagai keterampilan tingkat senior.

Tonton: Asosiasi: BPKH–Kemenhaj Ingkar Janji, Dana Jemaah Haji Khusus Masih Ditahan

Pemimpin saat ini membutuhkan tim yang memahami prioritas bisnis dengan cukup baik sehingga mampu melakukan trade-off tanpa arahan konstan.

Profesional yang berani memberikan masukan atau menolak tenggat waktu yang tidak masuk akal demi kualitas hasil justru menunjukkan ketajaman eksekutif. Hal ini membantu organisasi menghemat waktu, uang, dan modal politik yang berharga.

Mengoptimalkan Real-Time Interactions

Era kecerdasan buatan (AI) memungkinkan siapa saja memoles hasil kerja asinkron, seperti email atau presentasi, dengan sempurna.

Namun, teknologi tidak dapat membantu saat seseorang harus berbicara secara spontan dalam rapat langsung atau menjawab pertanyaan mendadak dari jajaran direksi. Interaksi real-time kini membawa bobot yang jauh lebih besar dalam penilaian kapabilitas seseorang.

Ketika seorang profesional mampu berpikir cepat dan menangani tekanan di depan pimpinan tanpa bantuan alat digital, hal itu mengirimkan pesan kuat tentang orisinalitas dan kompetensi mereka.

Melalui managing up, Anda belajar memahami gaya komunikasi dan titik tekan perhatian atasan, sehingga saat berada di bawah sorotan, Anda tidak lagi memulai dari nol. Anda mampu membaca situasi dan memberikan jawaban yang relevan dengan visi perusahaan.

Menguasai keterampilan mengelola hubungan ke atas ini memberikan kendali lebih besar atas pengalaman kerja dan masa depan karier Anda. Di tengah ketidakpastian pasar tenaga kerja, kemampuan untuk membentuk dinamika di sekitar diri sendiri menjadi modal utama untuk mencapai kesuksesan di tahun-tahun mendatang.

Selanjutnya: Harga Melesat, Direksi Janu Putra Sejahtera (AYAM) Tambah Kepemilikan Saham

Menarik Dibaca: Promo HokBen Spesial Musim Hujan, Beli Hoka Ramen Gratis Bubur Hangat Khas Jepang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

×