Sumber: Indeed,Coursera,Indeed | Editor: Tiyas Septiana
KONTAN.CO.ID - Menghadapi sesi wawancara kerja seringkali memunculkan ketegangan, terutama saat rekruter melontarkan pertanyaan mengenai kelemahan terbesar.
Pertanyaan ini merupakan alat bagi perusahaan untuk menilai tingkat kesadaran diri (self-awareness) serta kemampuan kandidat dalam menyelesaikan masalah personal yang memengaruhi kinerja.
Bagi para pencari kerja, memberikan jawaban yang tepat bukan berarti menyembunyikan kekurangan, melainkan menunjukkan upaya perbaikan yang konkret.
Baca Juga: Bocoran Vivo X300 Ultra: Smartphone dengan Kamera Paling Canggih di 2026
Strategi menjawab kelemahan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak menjatuhkan nilai jual Anda di mata perusahaan.
Fokus utama yang dicari oleh pakar rekrutmen bukan hanya pada daftar kekurangan, namun pada bagaimana Anda mengelola tantangan tersebut untuk tetap produktif.
Strategi Menghadapi Pertanyaan Kelemahan dari Rekruter
Melansir dari laman Indeed, tujuan utama rekruter menanyakan hal ini adalah untuk melihat apakah kelemahan Anda akan menghambat tanggung jawab utama dalam posisi yang dilamar.
Selain itu, mereka ingin memastikan apakah Anda merupakan pribadi yang jujur dan memiliki keinginan untuk berkembang.
Jawaban yang terlalu klise seperti "Saya adalah seorang perfeksionis" kini cenderung dihindari karena dianggap kurang autentik.
Dikutip dari Coursera, cara terbaik adalah memilih kelemahan yang nyata namun tidak bersifat fatal bagi pekerjaan tersebut.
Misalnya, jika Anda melamar sebagai akuntan, jangan katakan Anda lemah dalam ketelitian angka. Sebaliknya, pilihlah kelemahan di luar kompetensi inti, kemudian sambungkan dengan solusi yang telah Anda jalankan.
Hal ini menunjukkan bahwa Anda memiliki kendali penuh atas pengembangan diri Anda secara profesional.
Baca Juga: Telkom University Buka Lowongan Kerja Terbaru 2026, Simak Syaratnya
Panduan Menjawab Pertanyaan Wawancara
Berikut adalah langkah-langkah praktis dan pilihan jawaban yang bisa Anda gunakan saat menghadapi pertanyaan mengenai kelemahan:
1. Identifikasi Kelemahan yang Relevan Pilihlah kekurangan yang sedang Anda perbaiki secara aktif. Berikut beberapa contoh yang umumnya diterima secara profesional:
- Kesulitan Mendelegasikan Tugas: Cocok untuk posisi manajerial pemula, dengan penjelasan bahwa Anda sedang belajar memercayai tim.
- Terlalu Fokus pada Detail: Jelaskan bahwa terkadang ini memakan waktu lama, namun Anda sekarang menggunakan alat manajemen waktu untuk tetap pada jadwal.
- Kurang Percaya Diri Saat Berbicara di Depan Umum: Sebutkan bahwa Anda sedang melatih kemampuan presentasi melalui kursus atau latihan mandiri.
- Kesulitan Mengatakan 'Tidak': Sampaikan bahwa Anda kini belajar memprioritaskan tugas agar hasil kerja tetap maksimal.
2. Langkah Menjawab dengan Metode STAR (Situation, Task, Action, Result)
- Akui Kelemahan: Sebutkan kelemahan Anda secara jujur dan singkat tanpa pembelaan diri yang berlebihan.
- Berikan Konteks: Jelaskan bagaimana kelemahan tersebut pernah memengaruhi pekerjaan Anda di masa lalu.
- Tunjukkan Aksi Perbaikan: Sampaikan langkah nyata yang sedang atau sudah diambil untuk mengatasi masalah tersebut.
- Tampilkan Hasil: Akhiri dengan bagaimana upaya tersebut membantu Anda menjadi lebih baik di lingkungan kerja saat ini.
Tips Profesional dalam Berkomunikasi dengan HRD
Menurut Indeed, salah satu kesalahan fatal adalah mengatakan bahwa Anda tidak memiliki kelemahan.
Hal ini justru akan dianggap sebagai tanda kesombongan atau kurangnya kemampuan refleksi diri.
Dalam dunia kerja profesional yang menjunjung tinggi etika dan integritas, kejujuran yang dibarengi dengan solusi jauh lebih dihargai daripada citra sempurna yang tidak nyata.
Tonton: Juda Agung Beberkan Pesan Presiden Prabowo Setelah Dilantik Jadi Wamenkeu
Selain itu, penting untuk menjaga intonasi suara tetap tenang dan percaya diri. Jangan menggunakan konstruksi kalimat pasif yang panjang untuk menjelaskan kekurangan Anda.
Gunakan kalimat aktif seperti, "Saya menyadari bahwa kemampuan presentasi saya perlu ditingkatkan, maka dari itu saya mengambil kursus komunikasi bulan lalu." Hal ini memberikan kesan bahwa Anda adalah orang yang proaktif.
Bagi para pelamar kerja di sektor keuangan dan perbankan yang sangat ketat, menunjukkan bahwa Anda mampu mengenali risiko personal adalah nilai tambah.
Perusahaan mencari individu yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga tangguh secara mental dan terbuka terhadap masukan. Dengan mempersiapkan jawaban ini secara matang, Anda tidak lagi perlu merasa terancam oleh pertanyaan jebakan di ruang wawancara.
Selanjutnya: Daftar Kode Redeem Honkai: Star Rail (HSR) Live Stream 4.0 dan yang Masih Aktif
Menarik Dibaca: 8 Rekomendasi Minuman yang Bisa Bikin Risiko Kanker Menurun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













