Sumber: Dealls,Jobstreet Indonesia | Editor: Tiyas Septiana
KONTAN.CO.ID - Memasuki tahun 2026, persaingan di pasar tenaga kerja rasanya makin menantang. Sekarang, sekadar punya CV yang bagus saja belum tentu cukup buat meyakinkan perusahaan.
HRD saat ini lebih suka melihat bukti nyata daripada cuma rentetan kalimat di atas kertas. Di sinilah portofolio kerja mengambil peran penting sebagai "senjata rahasia" Anda.
Bayangkan portofolio sebagai panggung untuk memamerkan hasil karya terbaik Anda. Jika CV adalah daftar menu, maka portofolio adalah rasa dari masakan Anda yang sebenarnya.
Baca Juga: Vivo X300 vs OPPO Find X9: Harga Setara, Siapa yang Lebih Unggul?
Dengan portofolio yang rapi, Anda tidak hanya bercerita soal kemampuan, tapi juga menunjukkan bukti bahwa Anda adalah solusi yang sedang dicari oleh perusahaan.
Mengapa Portofolio Harus Dikurasi?
Banyak orang salah kaprah dengan memasukkan semua pekerjaan yang pernah mereka buat sejak zaman kuliah. Padahal, HRD biasanya hanya punya waktu beberapa menit untuk menyeleksi satu pelamar.
Melansir tips dari Dealls, kunci utama portofolio yang sukses adalah kurasi yang ketat. Anda cukup memilih 3-5 proyek yang paling bikin Anda bangga dan tentunya paling nyambung dengan posisi yang dilamar.
Relevansi itu nomor satu. Kalau Anda mengincar posisi sebagai analis keuangan, tunjukkan bagaimana Anda mengolah data yang rumit menjadi laporan yang mudah dipahami.
Mengutip panduan karier dari Jobstreet, portofolio yang efektif adalah yang bisa "bercerita". Jangan cuma pajang foto atau tangkapan layar, tapi ceritakan juga tantangan yang Anda hadapi dan bagaimana Anda berhasil menyelesaikannya dengan cara yang cerdas.
Langkah-langkah Menyusun Portofolio yang "Menjual"
Membuat portofolio tidak harus rumit atau menggunakan desain yang heboh. Yang penting adalah struktur yang logis dan enak dibaca. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda ikuti:
- Perkenalan yang Singkat dan Manis: Mulailah dengan sapaan profesional, foto yang rapi, dan kontak yang bisa dihubungi. Tambahkan satu-dua kalimat yang menggambarkan jati diri profesional Anda.
- Pilih Format yang Nyaman: Anda bisa menggunakan PDF yang ringan atau tautan situs pribadi. Pastikan dokumen tersebut tidak berat saat dibuka lewat ponsel, karena banyak rekruter yang mengecek lamaran sambil berpindah tempat.
- Gunakan Narasi yang Jelas: Untuk setiap proyek, jelaskan apa masalahnya, apa yang Anda lakukan, dan apa hasilnya.
- Contoh: Anda tidak hanya "mengelola media sosial", tapi Anda "berhasil menaikkan jumlah pengikut sebesar 20% dalam 3 bulan melalui strategi konten video pendek".
- Sertakan Bukti Visual: Kalau Anda seorang desainer, sertakan gambar. Kalau Anda seorang penulis, sertakan tautan artikel. Kalau Anda di bidang administratif, sertakan contoh format laporan atau tabel yang pernah Anda kembangkan.
- Testimoni sebagai Pemanis: Kata-kata positif dari mantan atasan atau klien lama bisa jadi nilai plus yang sangat kuat di mata HRD.
Tonton: Masyita Crystallin Tinggalkan Kemenkeu, Kini Perkuat Danantara
Tips Karier: Portofolio sebagai Modal Negosiasi Gaji
Punya portofolio yang solid ternyata bukan cuma soal dapat kerja, tapi juga soal seberapa besar angka yang akan tertulis di kontrak kerja Anda.
Secara historis, pelamar yang datang dengan data dan bukti kerja yang konkret punya posisi tawar yang jauh lebih kuat saat sesi negosiasi gaji.
Perusahaan biasanya tidak keberatan membayar lebih untuk kandidat yang sudah terbukti bisa memberikan hasil nyata.
Di era digital tahun 2026, sangat disarankan untuk memiliki portofolio yang "hidup" alias selalu diperbarui. Berikut beberapa tips tambahan agar karier Anda terus menanjak:
- Jujur dan Apa Adanya: Jangan pernah mengklaim karya orang lain sebagai karya Anda. Integritas adalah aset terbesar dalam dunia profesional.
- Perhatikan Detail Kecil: Salah ketik (typo) atau tautan yang rusak bisa memberikan kesan bahwa Anda kurang teliti. Pastikan semuanya berfungsi dengan baik sebelum dikirim.
- Bermain dengan Data: Angka selalu lebih meyakinkan daripada kata-kata sifat. Gunakan persentase, jumlah rupiah, atau target waktu untuk menggambarkan keberhasilan Anda. Misalnya, "menyelesaikan proyek 2 minggu lebih cepat dari jadwal".
- Investasi pada Diri Sendiri: Jangan pelit untuk mengambil sertifikasi atau kursus singkat. Sertifikat terbaru di tahun 2026 akan menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang mau terus belajar mengikuti perkembangan zaman.
Kesimpulannya, portofolio adalah investasi masa depan. Luangkan waktu sejenak untuk merapikannya, karena portofolio yang dibuat dengan hati dan data yang akurat bisa jadi pembuka jalan menuju karier impian Anda.
Selanjutnya: Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Sabtu (14/2) Produk UBS, GALERI 24
Menarik Dibaca: Promo Tiket DAMRI Diskon 70% di Valentine Hari Ini, Jangan Sampai Kelewatan!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)