Sumber: Gizmochina | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - Selama bertahun-tahun, Qualcomm Snapdragon dan MediaTek Dimensity selalu bersaing menghadirkan prosesor terbaik untuk perangkat smartphone. Sebenarnya, produk prosesor dari mana yang lebih baik?
Hampir semua ponsel kelas atas mengandalkan Snapdragon untuk performa, stabilitas, dan pengalaman premium. Dalam beberapa tahun terakhir, Dimensity hadir sebagai penantang serius.
Kali ini kita akan melihat perbandingan chipset Snapdragon dan Dimensity dari beberapa aspek utama. Berikut adalah pembahasanya.
Baca Juga: Snapdragon 8 Gen 5 vs Snapdragon 8 Elite: Ini Analisis Lengkapnya
1. Performa Kelas Flagship
Chipset Snapdragon unggul dalam performa single-core yang stabil serta optimasi multi-core yang matang. Mengutip Gizmochina, hal ini berdampak langsung pada pengalaman pengguna, seperti peluncuran aplikasi yang lebih cepat dan performa konsisten saat menjalankan beban berat. Kemampuan tersebut masih dilanjutkan oleh Snapdragon 8 Elite Gen 5.
Di kubu lawan, Dimensity 9500 kini tidak lagi tertinggal. Dalam beberapa pengujian awal, seperti Geekbench 6, chipset MediaTek ini bahkan mampu mengungguli Snapdragon dalam skor single-core, sementara performa multi-core keduanya sangat berimbang.
Baca Juga: Duel Sengit Chipset Flagship: Alasan Galaxy S26 Ultra Buang Exynos Demi Snapdragon
2. Gaming dan Grafis
Snapdragon dengan GPU Adreno dikenal memiliki keluaran grafis tinggi dan frame rate yang stabil. Hal ini sering memberikan keunggulan performa puncak, terutama pada resolusi tinggi dan pengaturan grafis maksimal.
Di sisi lain, Dimensity 9500 dengan GPU Mali-G1 Ultra menunjukkan peningkatan besar. Beberapa perangkat Dimensity justru menunjukkan performa yang lebih stabil dalam sesi gaming panjang, berkat manajemen panas dan distribusi daya yang lebih efisien.
Baca Juga: Bocoran Kamera Huawei Pura 90: Sensor Besar dan Zoom Periscope Lebih Canggih
3. Efisiensi Daya dan Termal
Snapdragon 8 Elite Gen 5 mengandalkan clock speed tinggi dan core Oryon kustom, yang memberikan performa burst sangat kuat. Sayangnya, cara ini bisa menghasilkan panas lebih tinggi dalam penggunaan intensif.
Sementara itu, Dimensity 9500 dirancang dengan kombinasi core performa tinggi dan core hemat daya, yang membuatnya lebih dingin dan irit daya saat menjalankan tugas berat seperti gaming atau editing video.
Baca Juga: Alasan Xiaomi 17 Ultra Jadi Flagship Paling Canggih Tahun 2025 
4. AI, Kamera, dan Konektivitas
Baik Snapdragon 8 Elite Gen 5 maupun Dimensity 9500 sudah dibekali NPU canggih dan ISP modern untuk fotografi berbasis AI dan komputasi on-device.
Qualcomm masih memiliki keunggulan tipis lewat Hexagon NPU dan tuning ISP yang matang. Teknologi ini sangat terasa pada videografi kelas atas dan fotografi komputasional.
Namun, NPU Dimensity juga menunjukkan performa sangat baik. Dalam beberapa pengujian mampu menyelesaikan tugas AI serupa dengan konsumsi daya lebih rendah.
Untuk konektivitas, Snapdragon umumnya unggul dengan modem 5G yang lebih cepat dan stabil, serta manajemen sinyal yang sudah sangat matang. Meski begitu, Dimensity juga menawarkan dukungan 5G yang solid dan Wi-Fi modern.
Baca Juga: Wujud Honor Power 2 Bocor, Kembaran iPhone 17 Pro dengan Baterai 10.080 mAh
Kesimpulan
Dimensity kini benar-benar kompetitif. Perlu diakui bahwa ponsel Android flagship tanpa Snapdragon bukan lagi kelas dua.
Jika Anda mencari performa kelas atas, daya tahan baterai yang efisien, dan pengalaman gaming yang solid, maka smartphone berbasis Dimensity sangat layak dipertimbangkan.
Baca Juga: IPhone Fold Diprediksi Jadi Ponsel Lipat Terbaik, Ini Alasannya
Selanjutnya: OJK Ungkap Penyebab Nasabah Membayar Asuransi dari Premi Tunggal ke Reguler
Menarik Dibaca: Tengok Ramalan 12 Zodiak Keuangan dan Karier Hari Ini Jumat 2 Januari 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













