Sumber: Glints Indonesia,Jobstreet Indonesia | Editor: Tiyas Septiana
KONTAN.CO.ID - Tahap wawancara kerja sering kali menjadi penentu utama apakah seorang kandidat akan bergabung dengan perusahaan impian atau justru tereliminasi di tengah jalan.
Meski memiliki riwayat pendidikan dan pengalaman yang mumpuni, banyak pencari kerja yang justru terjebak dalam kesalahan teknis maupun sikap saat berhadapan dengan perekrut.
Memasuki kuartal pertama 2026, persaingan di pasar tenaga kerja semakin ketat, sehingga meminimalisir kesalahan sekecil apa pun menjadi kunci keberhasilan karier Anda.
Baca Juga: Lowongan Kerja Kemenkes 2026: Proyek IHSS Cari Lulusan S1-S2, Simak Syaratnya
Memahami psikologi rekrutmen sangat penting bagi setiap pelamar. Sering kali, kegagalan bukan disebabkan oleh kurangnya kemampuan teknis, melainkan karena kurangnya persiapan atau perilaku yang dianggap tidak profesional.
Dengan menghindari kesalahan-kesalahan umum, Anda dapat menunjukkan nilai tambah dan kredibilitas di mata pewawancara.
Detail Kesalahan Fatal dalam Wawancara Kerja
Melansir laman Jobstreet, terdapat beberapa poin krusial yang sering menjadi penyebab kegagalan kandidat. Salah satu yang paling fatal adalah datang terlambat.
Ketepatan waktu mencerminkan kedisiplinan dan rasa hormat Anda terhadap waktu orang lain. Jika pada pertemuan pertama saja Anda sudah tidak disiplin, perusahaan akan meragukan kinerja Anda di masa depan.
Selain masalah waktu, kurangnya riset mengenai perusahaan juga menjadi catatan merah. Banyak pelamar yang datang tanpa mengetahui apa bisnis utama perusahaan tersebut atau posisi apa yang sebenarnya mereka lamar. Hal ini menunjukkan kurangnya minat dan inisiatif.
Mengutip informasi dari Glints, bersikap terlalu percaya diri atau justru terlalu rendah diri juga bisa merusak suasana interview. Keseimbangan dalam berkomunikasi sangat diperlukan untuk membangun kepercayaan pemberi kerja.
Baca Juga: OPPO Reno15 Series Indonesia: Ketahui Perbedaan Spesifikasi dan Harganya
Berikut adalah rincian kesalahan yang biasa dilakukan pelamar:
- Pakaian yang Tidak Sesuai: Menggunakan pakaian yang terlalu santai untuk posisi formal atau sebaliknya dapat memberikan impresi awal yang buruk.
- Berbicara Buruk tentang Atasan Sebelumnya: Ini adalah "red flag" utama bagi rekruter. Perusahaan akan menganggap Anda memiliki karakter yang tidak loyal dan sulit bekerja sama.
- Bahasa Tubuh yang Negatif: Menghindari kontak mata, membungkuk, atau terus melihat jam menunjukkan bahwa Anda merasa tidak nyaman atau tidak tertarik dengan percakapan.
- Memberikan Jawaban yang Tidak Jujur: Kebohongan pada CV atau saat wawancara biasanya akan terdeteksi melalui pertanyaan tindak lanjut yang lebih mendalam.
Langkah Persiapan Agar Lolos Wawancara
Agar terhindar dari lubang kesalahan di atas, Anda perlu mengikuti prosedur persiapan yang sistematis. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda terapkan:
- Riset Mendalam 1-2 Hari Sebelum Jadwal: Pelajari visi, misi, produk, dan berita terbaru mengenai perusahaan. Gunakan mesin pencari atau media sosial profesional untuk memahami budaya kerja mereka.
- Latihan Menjawab Pertanyaan Umum: Siapkan jawaban untuk pertanyaan klasik seperti "Ceritakan tentang diri Anda", "Apa kelemahan Anda?", dan "Mengapa kami harus merekrut Anda?".
- Siapkan Pakaian dan Dokumen: Pastikan pakaian bersih dan rapi. Siapkan salinan CV, portofolio, dan alat tulis dalam satu map yang mudah diakses.
- Hadir Lebih Awal: Jika wawancara dilakukan secara tatap muka, datanglah 15-30 menit sebelum jadwal. Jika dilakukan secara daring, pastikan koneksi internet dan perangkat audio-video sudah siap 10-15 menit sebelum dimulai.
- Siapkan Pertanyaan untuk Pewawancara: Menyiapkan 2-3 pertanyaan cerdas menunjukkan bahwa Anda serius dan memiliki antusiasme tinggi terhadap posisi tersebut.
Pentingnya E-E-A-T dalam Karier
Dalam dunia profesional modern, konsep Experience, Expertise, Authoritativeness, and Trustworthiness (E-E-A-T) tidak hanya berlaku untuk konten digital, tetapi juga bagi diri Anda sebagai kandidat.
Perusahaan di tahun 2026 cenderung mencari kandidat yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional yang baik.
Berdasarkan data historis rekrutmen di Indonesia, sekitar 60-70% keberhasilan interview ditentukan oleh bagaimana kandidat membawakan diri dan menyampaikan pengalamannya secara logis (Expertise).
Investasi terbaik yang bisa Anda lakukan saat ini adalah meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal.
Tonton: IHSG Tersenyum Hari Ini (18 Februari 2026)
Tips Tambahan untuk Pencari Kerja
- Edukasi Investasi Diri: Jangan ragu untuk mengambil kursus sertifikasi yang relevan dengan bidang Anda. Ini akan meningkatkan nilai tawar Anda saat negosiasi gaji.
- Perbaiki Profil Digital: Pastikan akun LinkedIn Anda diperbarui secara berkala. Rekruter sering melakukan pengecekan latar belakang digital sebelum memanggil kandidat untuk wawancara.
- Manajemen Ekspektasi Gaji: Lakukan riset standar gaji untuk posisi yang dilamar agar Anda tidak meminta angka yang terlalu rendah atau terlalu tinggi di luar nalar pasar.
Kesalahan dalam wawancara adalah hal yang manusiawi, namun pengulangan kesalahan yang sama adalah tanda kurangnya evaluasi diri. Dengan persiapan yang matang dan sikap yang profesional, peluang Anda untuk mendapatkan surat penawaran kerja (Offering Letter) akan meningkat secara signifikan. Pastikan Anda tetap tenang dan jadikan sesi wawancara sebagai ruang diskusi dua arah yang konstruktif.
Selanjutnya: 3 Drakor Terbaik & Terpopuler di VIU Februari 2026, Ini Sinopsisnya
Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (19/2) Jabodetabek Hujan Sangat Lebat di Sini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)